PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR ( SHOCK ABSHORBER)

budi 07:April:2018 20:05:52 MATERI CHASIS SEPEDA MOTOR


Sistem peredam kejut merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendara. Selain itu sistem peredam kejut juga berfungsi untuk menopang body dan rangka sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara body dan roda-roda.

Prinsip kerja sistem peredam kejut adalah sebagai berikut:

Pegas saja tidak sanggup untuk menyerap goncangan akibat kondisi jalanan. Karena goncangan yang diterima pegas akan dikembalikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun.

Jika memakai peredam kejut seperti gambar di samping, maka goncangan yang di terima telah diserap untuk sebagian besar oleh peredam kejut sehingga pengendalian lebih stabil dan nyaman.

Sistem Peredam kejut Depan

Bagian Utama
Cushion unit/shock absorber (peredam kejut) diletakkan antara ujung belakang dari lengan dan rangka (frame).
Konstruksi peredam kejut depan adalah sebagai berikut:

Keterangan gambar:
1. Upper mounting eye
2. Nut
3. Rubber stop
4. Shroud (decorative only)
5. Damper rod
6. Spring
7. Oil seal
8. Inner spring
9. Damper valve
10. Damper piston
11. Spring seat
12. Damper body
13. Compression valve
14. Lower mounting eye

Prinsip kerja

3Ditekan (compression cycle)

Saat shock absorber ditekan karena gaya osilasi dari pegas suspensi, maka gerakan yang terjadi adalah shock absorber mengalami pemendekan ukuran. Pada saat inilah piston bergerak turun ke bawah. Fluida shock absorber yang berada di bawah piston akan naik ke ruang di atas piston melalui lubang yang ada pada piston. Sementara lubang kecil (orifice) pada piston tertutup karena katup menutup saluran orifice tersebut. Penutupan katup ini disebabkan karena peletakkan katup yang berupa membran (plat tipis) dipasangkan di bawah piston, sehingga ketika fluida shock absorber berusaha naik ke atas maka katup membran ini akan terdorong oleh
fluida shock absorber dan akibatnya menutup saluran oriface. Jadi fluida shock absorber akan menuju ke atas melalui lubang yang besar pada piston, sementara fluida tidak bisa keluar melalui saluran oriface di piston.

Pada saat ini shock absorber tidak melakukan peredaman terhadap gaya dari osilasi pegas suspensi, karena fluida dapat naik ke ruang di atas piston dengan sangat mudah.

Memanjang (extension cycle)
Pada saat memanjang piston di dalam tabung akan bergerak dari bawah naik ke atas. Gerakan naik piston ini membuat fluida shock absorber yang sudah berada di atas menjadi tertekan. Fluida shock absorber ini akan mencari jalan keluar agar tidak tertekan oleh piston terus. Maka fluida ini akan mendorong katup pada saluran orifice untuk membuka dan fluida akan keluar atau turun ke bawah melalui saluran orifice. Pada saat ini katup pada lubang besar di piston akan tertutup karena letak katup ini yang berada di atas piston. Fluida shock absorber ini menekan katup lubang besar di piston ke bawah dan berakibat katup ini tertutup. Tapi letak katup saluran oriface membuka karena letaknya yang berada di bawah piston, sehingga ketika fluida shock menekan
ke bawah katup ini membuka.

Pada saat ini fluida shock absorber hanya dapat turun ke bawah melalui saluran oriface yang kecil. Karena salurannya yang kecil maka fluida shock absorber tidak akan bisa cepat turun ke bawah alias terhambat. Di saat inilah shock absorber melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi.

Jenis Peredam kejut
Ada beberapa macam jenis shock absorber menurut gaya redam, kontruksi
dan media pengisi.

1. Gaya Redam
Menurut gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu single action dan double action.

a. Single Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber hanya terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke) sedangkan pada langkah memendek (compression stroke) tidak terjadi gaya redam.

b. Double Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke)dan langkah memendek (compression stroke).

2. Kontruksi Menurut kontruksinya shock absorber dibagi dalam dua
jenis yaitu mono tube dan twin tube.

a. Mono Tube

 

Hanya terdiri dari satu tabung dan posisi tabung berada pada bagian atas. Bagian utama terdiri dari tutup (cover), silinder bagian atas (upper chamber), silinder bagian bawah (lower chamber) dan
piston dilengkapi lubang-lubang kecil (orifice) sebagai katup.

Cara kerja

Pada saat compresion stroke terjadi fluida tertekan mengalir dari silinder dalam bagian bawah ke silinder dalam bagian atas melalui katup pada piston. Fluida juga mengalir dari silinder dalam ke silinder luar, melalui katup kontrol yang berada pada dasar silinder. Karena perpindahan fluida ini, menjadikan peredam getaran. bekerja.

Peredam terhadap getaran yang terjadi pada roda-roda, ditimbulkan oleh tahanan aliran fluida. Sedangkan pada saat ekspansion stroke terjadi fluida akan mengalir dengan arah yang berlawanan. Fluida akan kembali mengalir
dari silinder dalam bagian atau ke silinder dalam bagian bawah, melalui katup pada piston. Demikian juga fluida yang ada di silinder luar mengalir kembali ke silinder dalam melalui katup kontrol. Dengan kembalinya fluida, tahanan aliran menjadikannya sebagai peredam getaran.

3. Media Pengisi
Menurut media pengisi shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu oil type
dan gas type.

a. oil type
Tabung dalam (cylinder) berisi penuh dengan oli pada saat peredam kejut
bekerja, oli akan mengisi sebagian ruang pada tabung luar.

b. Gas type

Tabung dalam (cylinder) berisi penuh dengan oli dan dimasukkan
gas nitrogen bertekanan yang akan mengisi ruang pada
tabung luar pada saat bekerja.

Share Facebook

Komentar